HADIRI HLM TP2DD DAN RIRU KALTIM, SEKDA TEGASKAN EMPAT LANGKAH PERCEPATAN INVESTASI KUTAI BARAT

By DPMPTSP Kubar - Senin, 11 Januari

KOMINFOKUBAR – SAMARINDA. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Erik Victory mewakili Bupati Kutai Barat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Investasi (RIRU) se-Kalimantan Timur Tahun 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026).

Forum yang dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat digitalisasi keuangan daerah sekaligus mendorong percepatan realisasi investasi melalui kesiapan proyek yang dapat ditawarkan kepada calon investor.

Sekda Kutai Barat Erik Victory mengatakan Pemkab Kutai Barat akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui sejumlah langkah konkret, terutama dalam memperkuat kesiapan tata ruang, lahan dan data proyek investasi daerah.

"Sebagai tindak lanjut konkret dari High Level Meeting RIRU ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan bergerak cepat dalam empat aspek krusial," ujarnya.

Langkah pertama, menurut Sekda, adalah mempercepat proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pengembangan investasi. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memprioritaskan penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), khususnya pada wilayah yang memiliki potensi pengembangan investasi.

"Kami memastikan ketersediaan lahan yang clear and clean serta sesuai dengan ketentuan RDTR untuk meminimalisir sengketa dan hambatan perizinan,” jelasnya.

Langkah berikutnya adalah melakukan penyempurnaan dan validasi data proyek investasi yang dipersiapkan untuk ditawarkan kepada investor. Kesiapan tersebut menjadi penting agar potensi yang dimiliki Kutai Barat dapat disajikan melalui informasi yang jelas, terukur dan didukung kepastian tata ruang maupun lahan.

Erik Victory menegaskan bahwa upaya menarik investasi bukan semata-mata mengejar besarnya nilai investasi yang masuk. Pemerintah daerah menginginkan investasi yang mampu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Harapan kami, melalui komitmen sinergis antara pemerintah daerah, provinsi dan seluruh pemangku kepentingan, rencana investasi yang kami tawarkan dapat benar-benar menarik minat investor," ungkapnya.

Lanjutnya hal ini bukan sekadar target angka, melainkan upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi riil, membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Kutai Barat, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerintah daerah mengambil peran aktif dalam memfasilitasi investasi.

Menurutnya, calon investor tidak hanya mempertimbangkan insentif, tetapi juga membutuhkan kepastian hukum, kesiapan lahan dan dukungan infrastruktur dasar.

"Investor tidak hanya mencari insentif fiskal; mereka membutuhkan kepastian hukum, ketersediaan lahan, serta dukungan infrastruktur dasar," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan investasi perlu dilihat dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

"Keberhasilan kita diukur dari dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat realisasi investasi. Forum tersebut diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pemerintah daerah yang memiliki proyek potensial dengan calon investor.

"Sinergi pusat dan daerah adalah kunci utama percepatan realisasi investasi di Kalimantan Timur. Melalui forum ini, kami memastikan bahwa proyek prioritas strategis daerah tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, melainkan segera tereksekusi secara nyata demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Jajang.

Dalam pembahasan juga mengemuka pentingnya mendorong transformasi investasi dari ketergantungan terhadap sektor ekstraktif menuju hilirisasi industri dan pengembangan energi terbarukan. Selain itu, kesiapan dokumen proyek, stabilitas ekonomi serta akses pembiayaan bagi UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi daerah.

Forum turut melibatkan unsur pemerintah daerah serta otoritas terkait di bidang investasi, perbankan dan jasa keuangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi daerah dalam mempersiapkan maupun merealisasikan proyek investasi.

Bagi Pemkab Kutai Barat, hasil pertemuan menjadi pijakan untuk memperkuat kesiapan daerah sebelum menawarkan potensi investasi kepada calon investor. Perbaikan tata ruang, kepastian lahan dan penyempurnaan data proyek akan menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk mendorong investasi yang mampu membuka kesempatan kerja serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kutai Barat.

Peliput : Hendrikus, Abraham | Penulis : Abraham

Editor : Donni

Bagikan :